perbedaan asuransi syariah dan konvensional

8 Hal yang Jadi Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Diposting pada

Meski ada banyak jenis-jenis asuransi, ternyata masih banyak orang yang belum tahu perbedaan antara asuransi syariah dan konvensional. Mungkin anda juga termasuk salah satu diantara mereka.

Anda mungkin akan lebih kenal dengan asuransi konvensional ketimbang dengan asuransi syariah. Karena asuransi konvensional lahir lebih dulu ketimbang asuransi syariah.

Apa itu asuransi syariah?

Asuransi syariah merupakan salah satu jenis asuransi yang di jalankan berdasarkan prinsip dan kaidah-kaidah syariah yaitu saling tolong-menolong dan saling bantu serta saling melindungi antar sesama anggota asuransi melalui penghimpunan dana yang di kelola berdasarkan prinsip syariah untuk menghadapi risiko tertentu.

Apa itu asuransi konvensional?

Asuransi konvensional merupakan sebuah asuransi yang dilaksanakan berdasarkan akad jual beli. Atau dalam artian sederhana dapat diartikan sebagai sebuah asuransi yang berdasar pada investasi dana bebas yang mengemban prinsip tertentu.

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional

Sebagai negara yang berlandaskan agama, di Indonesia kini lahir asuransi syariah, sebuah asuransi yang memang di nantikan oleh banyak orang yang meragukan akan asuransi konvensional.

Meski bergerak dibidang yang sama, namun kedua jenis asuransi ini memiliki banyak perbedaan. Nah berikut ini akan kita bahas berbagai macam perbedaan antara kedua asuransi ini.

Baca Juga:Sejarah kelahiran asuransi syariah

A. Perjanjian

Jika dilihat dari sisi perjanjian yang digunakan oleh kedua jenis asuransi ini, maka anda bisa melihat perbedaan diantara keduanya.

  1. Asuransi syariah: Menggunakan akad hibah dengan mengedepankan konsep tolong menolong, sama-sama tidak mengharapkan imbalan antar anggota
  2. Asuransi konvensional: Menggunakan konsep jual beli, sama-sama mengharapkan untung dan rugi dari sebuah transaksi

B. Kepemilikan dana

Dalam sistem kepemilikan dana, kedua asuransi ini terlihat memiliki perbedaan. Bahkan sangat jauh sekali perbedaannya.

  1. Asuransi syariah: Dana yang disetor kan adalah dana milik bersama, perusahaan hanyalah memfasilitasi dan mengelola dana tidak memiliki hak atas dana yang disetor kan
  2. Asuransi Konvensional: Dana premi yang disetor kan menjadi miliki perusahaan karena menggunakan konsep jual beli, sehingga perusahaan memiliki wewenang atas dana yang disetor kan

C. Management dana

Dalam masalah pengelolaan dana, asuransi syariah dan konvensional juga berbeda.

  1. Asuransi Syariah: Proses pengelolaan lebih transparan, dana yang dikelola sebaik mungkin akan menguntungkan anggota asuransi
  2. Asuransi konvensional: Perusahaan secara sepihak menetapkan tarif premi yang harus dibayarkan serta berbagai jenis biaya lainnya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya

D. Management pembagian hasil

Pembagian keuntungan hasil dari dana yang terhimpun, kedua jenis asuransi ini juga memiliki sistem pengelolaan bagi hasil yang berbeda.

  1. Asuransi Syariah: Keuntungan yang didapatkan berasal dari pengelolaan dana asuransi kemudian di bagi secara merata untuk anggota asuransi dan perusahaan
  2. Asuransi konvensional: Keuntungan dari kegiatan pengelolaan asuransi sepenuhnya menjadi miliki perusahaan

Baca juga:Manfaat menggunakan asuransi syariah

E. Ada zakat asuransi

Ini adalah salah satu perbedaan yang paling mencolok, bahkan sangat kontras sekali.

  1. Asuransi Syariah: Setiap anggota diwajibkan untuk membayar zakat yang diambil dari jumlah keuntungan dana asuransi
  2. Asuransi konvensional: Tidak ada kewajiban bayar zakat

F. Management pengawasan dana

Management pengawasan keuangan kedua jenis asuransi ini juga nampak sangat beda sekali.

  1. Asuransi Syariah: Memiliki DPS (Dewan Pengawas Syariah) yang bertugas untuk mengawasi proses pelaksanaan asuransi syariah di lapangan apakan sesuai dengan kaidah syariah ataukah tidak. DPS (Dewan Pengawas Syariah) bertanggung jawab langsung kepada MUI (Majelis Ulama Indonesia)
  2. Asuransi konvensional: Management pengawasan keuangan dilakukan oleh pihak intern perusahaan tidak menggunakan pihak lain dari luar

G. Status dana

Setiap dana yang disetor kan oleh peserta akan berubah statusnya, kedua asuransi ini menerapkan status yang berbeda.

  1. Asuransi Syariah: Dana yang disetor kan oleh anggota asuransi syariah dapat di tarik, apabila peserta tidak sanggup lanjut membayar asuransi, namun akan mendapat potongan kecil yang disebut dengan tabarru
  2. Asuransi konvensional: Jika peserta tidak sanggup melanjutkan untuk bayar premi asuransi, maka semua dana yang sudah disetor kan akan menjadi milik perusahaan

H. Unit link atau jenis investasi

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional selanjutnya adalah dari unit link antara kedua asuransi ini.

  1. Asuransi syariah: Dana asuransi unit link hanya diperbolehkan untuk jenis investasi yang secara syariah tidak haram. Sedangkan investasi untuk hal-hal yang secara syariah di haramkan maka akan dilarang, contoh seperti perusahaan perjudian, minuman keras dan lain sebagainya
  2. Asuransi konvensional: Dana asuransi bebas di investasi kan pada bidang apapun selama mendatangkan keuntungan

Nah dari 8 perbedaan asuransi syariah dan konvensional diatas, anda pasti sudah bisa menyimpulkan jenis asuransi mana yang akan anda pilih dan gunakan. Jangan salah pilih, pilih asuransi yang cocok dengan anda.

Gambar Gravatar
Penulis, Blogger dan penikmat film action

Tinggalkan Balasan