Asuransi Syariah
Asuransi Syariah

Apa Itu Asuransi Syariah? Ini Dia Manfaat, Hukum & Sejarahnya!

Diposting pada

Salah satu jenis asuransi yang saat ini tengah trending di tengah-tengah masyarakat Indonesia adalah asuransi syariah. Yaitu salah satu asuransi yang menggunakan sistem berbasis islami. Seperti apakah itu? dan bagaimana sejarahnya? Yuk simak uraian carinsurancecnv.info dibawah ini.

Pengertian asuransi syariah

Apa itu asuransi syariah? Asuransi Syariah (ta’min, takaful atau tadhamun) merupakan usaha saling melindungi dan juga tolong menolong antara beberapa orang atau pihak menggunakan investasi yang berbentuk aset atau tabarru’ dengan memberi pola pengembalian guna menghadapi risiko hal tertentu dengan menggunakan akad atau perikatan yang sangat sesuai dengan prinsip syariah.

Dasar hukum asuransi syariah

  • Adanya perintah Allah SWT dalam mempersiapkan hari depan Al-quran surah al-Hasyr:18.

“hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dibuat untuk hari esok (masa depan). Dan bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan”

  • Hadits mengenai anjuran untuk menghilangkan kesulitan seseorang

Diriwayatkan juga oleh Abu Hurairah r.a, Nabi Muhammad bersabda: “barang siapa yang menghilangkan kesulitan duniawinya seorang mukmin, maka Allah SWT. Akan menghilangkan kesulitannya pada hari kiamat. Barangsiapa yang mempermudah kesulitan seseorang maka Allah akan mempermudah urusannya di dunia dan di akhirat.”

Sistem asuransi syariah

  • Peserta tersebut memberi kontribusi atau bukan membayar premi ke dalam pool of fund (kumpulan dana kebajian = tabarru).
  • Adapun memang sesama peserta dapat melakukan akad Tabarru terhadap peserta lain, untuk dapat bersama dalam mengumpulkan dana terbaru itu.
  • Agar dapat melakukan pengelolaan dana tabarru, dapat ditunjukkan pengelola asuransi syariah (Takaful Operator).
  • Seorang pengelola Asuransi Syariah (Takaful Operator) dapat melakukan analisa baik secara matematis, aktuaria, statistik, kondisi pasar, dan lain sebagainya) guna untuk dapat menentukan tarif yang memang telah sesuai dengan faktor risiko.
  • Peserta tersebut dapat melakukan akad Wakalah (agency) kepada Pengelola Asuransi Syariah. Maka dari itu pengelola Asuransi Syariah tersebut haruslah  sesuai dengan hasil kerjanya yang berhak atas upah atau ujrah.
  • Tentunya untuk memenuhi minimum statistik, tidak mungkin jika dana tabarru tersebut hanya akan di sini oleh seorang peserta tadi. Tentunya akan dibutuhkan sangat banyak, sehingga dana tabarru tersebut dibilang cukup besar jumlahnya dan dapat memberi tarif adequate pada masing-masing peserta tersebut sesuai dengan tingkat risikonya adapun memang istilah pada umumnya di sebut Law of Large numbers.
  • Dan apabila salah seorang tersebut (peserta) mengalami sebuah musibah dikarenakan taqdir Allah SWT, maka hal tersebut merupakan tugas dari Pengelola Asuransi Syariah (yang dapat mewakili seluruh Peserta) memberi suatu santunan (manfaat).
  • Pada hakikatnya adalah manfaat yang diterima oleh seseorang yang sedang mengalami sebuah musibah merupakan sebuah santunan dari peserta lain.
  • Maka dari itu sebagai seorang peserta selain dapat memiliki jaminan sebuah manfaat bila ia mengalami musibah, ia sendiri juga telah dapat pahala atas niat membantu sesama peserta yang mengalami musibah.

Sejarah Asuransi Syariah

Asuransi dalam islam sendiri telah ada sejak zaman Nabi Yusuf ketika ia berhasil menafsirkan mimpi dari raja Fir’aun. Dimana sang nabi menyarankan untuk dapat menyisihkan sebagian dari hasil panen ketika masa tujuh tahun yang pertama. Pada masyarakat arab sendiri telah ada sistem ‘aqilah yang merupakan cara-cara penutupan dari keluarga yang membunuh terhadap keluarga korban yang telah terbunuh. Setelah itu kebiasaan yang telah berkembang pada zaman Nabi sesuai hadits yang diriwayatkan Bukhari. Adapun memang mengenai praktik ‘aqilah Nabi Muhammad SAW memuat ketentuan pada pasal 3 yang isinya “ Orang Quraisy tersebut melakukan perpindahan (ke Madinah) untuk melakukan pertanggungan bersama dan ia akan saling bekerja sama dalam membayar uang darah diantara mereka. Adapun memang pada abad ke-20 di beberapa negara Timur Tengah dan Afrika sudah mencoba menggunakan asuransi takaful.

Manfaat asuransi syariah

  1. adanya rasa aman dan perlindungan.
  2. Manfaat dan biaya yang lebih adil lagi.
  3. Adapun memang berfungsi sebagai tabungan.
  4. Sebagai alat penyebaran risiko

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional

  1. Perjanjian

Syariah menggunakan  akad hibah dalam  konsep saling menolong, dimana tidak akan mengharap imbalan.

Konvensional juga sangat mirip dengan transaksi jual-beli, dimana mereka akan sama-sama berharap bisa ambil untung sebesar-besarnya dan rugi sekecil-kecilnya.

  • Dana

Syariah mempunyai oleh semua peserta asuransi. Perusahaan tersebut juga hanya akan menjadi pengelola dana sehingga tidak memiliki hak memiliki.

Konvensional dimana dana premi akan dibayarkan tersebut jadi milik perusahaan karena pada konsepnya menggunakan asas jual-beli, sehingga di sini anda akan bebas ingin memakainya untuk apapun asalkan sesuai dengan perjanjian.

Gambar Gravatar
Saya Mustakim, seorang lulusan sarjana pendidikan yang tertarik dengan dunia blogging sejak 2017. Kesibukan saya sehari-hari adalah menulis di blog sendiri. Namun, terkadang juga menulis di blog orang lain yang jadi klien saya.

Tinggalkan Balasan